Cerita-cerita Penolakan

Sebulan lebih saya tidak sempat nyetor tulisan di blog ini. Meski banyak ide atau pengalaman yang hendak dituliskan, waktu sangat tidak memungkin. Dalam list kerjaan, banyak sekali deadline yang harus saya kejar, ada yang akhir bulan ini, awal bulan depan, dan sebagianya dan sebagainya. Meski masih banyak yang belum selesai dikerjakan, rasa gatal untuk menulis di blog sudah terlanjut membuat jari ingin bergoyang di tuts keyboard, tulis saja apa yang mau ditulis, apalagi sekarang, saat ini istri dan anak sedang tidur terlelap di tengah malam, saya malah tidak bisa tidur karena jetlag masih menyerang, meski hampir seminggu sudah di tanah air.

Continue reading

Advertisements

MisterAladin: Teman Baru yang Mampu Wujudkan Traveling Impianmu

Liburan Impian Bersama Keluarga

Hai… Udah melototin kalender bulan Mei belum? Ayo, hitung ada berapa tanggal merah di sana? Terus bulan Juni, ada tanggal merah lagi, kan? Kejepit semua enggak? Yes! Terus kenapa nih kok tiba-tiba saya ngomongin tanggal merah? Ada apa gerangan? Tidak ada asap kalau tidak ada api, terus hubungannya? Yaa… Tidak ada liburan kalau tidak ada tanggal merah, dong. Continue reading

Blog Tutorial Sama bu Liza

Setelah sekian lama nge-blog, baru kali ini saya ikutan training tentang bagaimana cara nge blog.
Awalnya tidak ada rencana untuk ikut acara ini, tapi karena harus ngantar istri, dan tidak tahu kemana selanjutnya, akhirnya saya bergabung dengan para peserta lain di ruangan kecil KNPI Banda Aceh.

Nah, pemateri pelatihan blog kali ini adalah seorang aceh blogger yang sudah terkenal ke berbagai dunia, khususnya dunia orang orang yang memfollow blog nya, liza-fathia.com Continue reading

Weekly Writing Challenge: Lunch Posts – Roots for Lunch

I was with my friends visiting a village in Jogjakarta – Indonesia few times ago, to observe how the villages prepare their food traditionally. Even though most of us in Indonesia eat rice three times in a day, but some places eat something else like casava and corn. The village that we visited actually eat rice as their staple food, nevertheless, the paddy, where the rice come from, can not really be grown in this area. Therefore, apart from eating rice, they also sometimes prepare casava. Continue reading

Tahun baru di Berlin

Target laporan yang harus saya selesaikan malam ini masih 20% lagi, tapi suara gaduh diluar membuat konsentrasi saya pudar. Kawan kawan saya yg biasa online sambil ngerjain tugas sekarang sudah beranjak ke Brandenburgertor, tempat dimana perayaan tahun baru di Berlin di pusatkan. saya memilih untuk pergi ke jembatan Friedrichain dekat rumah saja.

ini foto pertama sejak dari keluar rumah, mau potong jalan, mobil sepi, tapi tetap saja orang-orang antri hingga lampu hijau untuk pejalan kaki menyala.

20140101-004048.jpg

Sampai di jembatan udah penuh, semuanya bawa petasa, mercon, kembang api dan fireworks (apa ya bahasa indo nya?), saya hanya bawa diri. hehe

20140101-004152.jpg

Ini penampakan senjata yang mau dibakar.

20140101-004252.jpg

Suasana menjelang pergantian tahun, ma

20140101-004353.jpg

Kalau ini videonya.

Trus ini Ada foto lagi, maaf kualitasnya jelek

20140101-004813.jpg

Ini Ada video lagi, kali ini udah ,masuk tahun baru

selamat tahun baru semuanya

situnis.com

 

Trip Report: Berlin – Banda Aceh

Biasanya saya baru packing beberapa jam sebelum jalan, tapi untuk kepulangan kali ini saya sudah packing sehari sebelumnya. Terasa aneh memang untuk backpaker yang sering membuat rencana perjalanan diatas kendaraan, bukan seperti pelancong kebanyakan yang suka buat planning jauh jauh hari sebelumnya.

Pukul 9.00 pagi waktu Berlin, saya sudah siap berkemas, baju sudah dipakai, Continue reading