Ditegur Opa-Opa Belanda

Maastricht – Belanda musim panas 2007

Aku baru beberapa minggu berada di kota yang berbatasan dengan Belgia dan Jerman ini. Sebagai pendatang baru dibenua Eropa, banyak sekali kebiasaan masyarakat setempat membuatku terasa asing. Mulai dari kebiasaan mereka yang suka “gaduh” saat akhir pekan, hingga masalah budaya yang sudah tentu  saja sangat berbeda dengan kampungku di kaki gunung seulawah.

Hari itu kuliah dicukupkan setelah sang profesor mendapatkan komentar dari kami semua mengenai buku yang baru di tulis dan dipublikasikanya, seminggu lalu memang dia meminta kami untuk mengkritik dan mencari kesalahan dari buku tersebut, keder rasanya ketika harus memberikan komentar kepada profesor kelas dunia yang juga mantan dekan sebuah univeritas yang masuk peringkat 100-an dunia. Continue reading