Tempo: Perusahaan Farmasi Suap Dokter, Bukan Berita Baru!

image

Sempat tersenyum ketika membaca berita tentang investigasi yang dibuat Tempo, dimana katanya banyak perusahaan farmasi yang bermain dengan dokter, yang semuanya bisa dibilang suap. Pertanyaan adalah apakah ini berita baru? atau cerita lama yang semua orang (kesehatan) sudah tau rahasianya? Pertanyaan selanjutnya, berapa banyak dokter di Indonesia yang sudah begini perangainya?
Continue reading

Advertisements

Apakah Marshanda Mengalami Gangguan Jiwa?

Pertanyaan tersebut semakin banyak ditanyakan setelah pengacara artis yang biasa panggil chaca ini angkat bicara kalau kliennya tidak mengalami gangguan jiwa.

“Dia mandiri dan dia tidak mengalami gangguan jiwa. Dia masih bisa berkarya. Jangan ada yang ganggu dia. Dia tidak melakukan pelanggaran hukum,” ujar OC Kaligis, yang mendampingi Chaca, dalam wawancara eksklusif yang dilakukan dan ditayangkan langsung oleh Metro TV, Selasa (5/8/2014).

Pernyataan ini justru menimbulkan tanda tanya baru, jika memang chaca tidak punya masalah kejiwaan, kenapa kemudian harus disampaikan ke publik? siapa yang menuduh chaca gangguan jiwa? dan yang paling penting, bagaimana OC kaligis yang seorang ahli hukum bisa membuat diagnosa apakah seseorang mengalami gangguan jiwa atau tidak? Apakah beliau pernah kuliah kedokteran atau sebelumnya sudah pernah di konsultasikan ke ahli jiwa sehingga ia bisa menyampaikan hasil diagnosa tersebut?

Jika pernyataan tersebut berasal dari seorang OC kaligis pribadi, maka hal itu sangat disayangkan karena untuk menentukan apakah seseorang mengalami gangguan jiwa atau tidak, itu seharusnya dilakukan oleh ahli jiwa atau psikiater, bukan oleh ahli hukum. Kecuali si ahli hukum ini sudah sebelumnya berkonsultasi dengan ahli jiwa, makan hal ini bisa diterima. Continue reading

Buku: Tanya Jawab Seputar Gangguan Jiwa

Beberapa hari ini sibuk ngerjain buku mini Tanya Jawab  seputar gangguan jiwa. Pertanyaan pertanyaan dalam buku ini benar benar dari pasien, keluarga, perawat hingga dokter yang bekerja di puskesmas. Jawaban yang diberikan juga sesingkat dan semudah mungkin dapat dipahami karena nantinya buku ini lebih ditujukan kepada orang awam yang kurang mengerti tentang masalah kesehatan jiwa.

Berikut beberapa contoh pertanyaan yang sudah terjawab:

  • Apakah sakit saya bisa kambuh (sakit lagi)?

Jika anda putus obat, memakai narkoba, atau makan makanan yang tidak diperbolehkan oleh dokter, maka anda akan beresiko untuk kambuh lagi.

  • Kenapa saya cepat kali cemas, apakah cemas gangguan jiwa?

Cemas tanpa sebab merupakan salah satu jenis gangguan jiwa. Sering juga orang cemas ini diserta dengan jantung berdebar, sesak nafas, pucat, dan sebagainya. Jika anda sering mengalami kecemasan, maka anda harus segera berobat.

  • Apakah orang yang menderita sakit jiwa bisa menurunkan penyakitnya pada anaknya?

Bisa, anak yang orang tuanya punya gangguan jiwa lebih beresiko mengalami gangguan jiwa dibandingkan anak yang orang tuanya normal.

  • Kenapa saya sering sesak napas kalau saya sedang banyak pikiran/takut?

Sesak nafas merupakan salah satu tanda bahwa anda sedang mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan merupakan salah satu jenis gangguan jiwa.

  • Apakah ginjal saya tidak rusak kalu setiap hari saya harus minum obat jiwa?

Penggunaan obat gangguan jiwa memang bisa mempengaruhi fungsi ginjal, tetapi tidak minum obat sama sekali akan beresiko merusak seluruh tubuh anda karena ketiadaan zat yang bisa mengontrol pikiran dan perilaku anda.

  • Kenapa ada orang yang bisik-bisik di telinga saya?

Dalam ilmu medis, suara bisikan yang anda dengar disebut halusinasi. Bisikan ini tidak nyata dan hanya didengar oleh penderita gangguan jiwa. Penjelasan mengenai halusinasi bisa dibaca pada soal nomor xx.

 

Anda juga punya pertanyaan sekitar gangguan jiwa yang belum anda temukan jawabannya? jika punya, sila kirim pertanyaan tersebut ke admin@situnis.com, dengan judul email “pertanyaan keswa”. Insya Allah akan kami jawab semampu kami dan jika layak aka dimasukkan dalam buku ini 🙂

Pamanku Terjangkit TB dan Bisa Berobat Dengan Gratis

Tahun 2013 yang lalu, saya menemani paman  ke Puskesmas Kecamatan yang terletak di kampung kami. Paman mengalami batuk lebih dari satu bulan dan berdahak. Dahaknya berwarna kuning kehijauan. Selain itu, badannya juga bertambah kurus. Paman saya adalah perokok aktif. Sehari ia bisa menghabiskan satu sampai dua bungkus rokok. Awalnya ia enggan untuk ke Puskesmas. Selama ini ia lebih memilih berobat ke dukun. Ya, orang kampung saya masih percaya bahwa penyakit yang sampai membuat tubuh kurus itu karena diguna-guna. Penyakit guna-guna ke dukunlah berobatnya.

Setelah lama berobat pada dukun, paman tak kunjung sembuh. Saya pun memaksa dia untuk pergi ke Puskesmas. Karena tidak tahan dengan batuk yang ia alami dan terkadang juga disertai dengan sesak nafas, pamanpun nurut. Karena paman hidup sebatang kara, orang tua sayalah yang menanggung segala kebutuhannya termasuk sejumlah biaya untuk pengobatan.

Akhirnya, kamipun pergi ke Puskesmas. Setelah mendaftar, petugas kartu mengatakan bahwa berobat di Puskesmas itu gratis karena telah ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saya hanya perlu menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Tak lama kemudian, paman diperiksa oleh dokter. Continue reading

Asam Urat: Penyakit orang kaya

“Suddenly suffering with the rich man’s disease”, begitulah status yang saya tulis di facebook kemarin sore, setelah rasa nyeri akut menyerang sendi pangkal jempol kaki saya. Meski inilah kali pertama saya menderita penyakit ini, tidak butuh waktu lama untuk menentukan nama diagnosa penyakitnya, selain memang kami punya riwayat keluarga, gejala serangan akutnya juga khas: menyerang sendi di extremitas bawah, terjadi pembengkakan, kemerahan suhu naik dan nyeri yang sangat.

The Gout by James Gillray. Published May 14th 1799. sumber wikipedia

The Gout by James Gillray. Published May 14th 1799. sumber wikipedia

Kalau dua jam sebelumnya saya bisa berjalan normal, setelah serangan nyeri ini, praktis saya susah untuk berjalan, atau jalannya sudah mulai terpincang pincang. Alhadil mobilisasi saya mulai terbatas karena rasa nyeri hebat ini.

Gout atritis, begitulah nama medis untuk penyakit yang sering orang awam sebut dengan asam urat. Benar memang karena jika darah diperiksa, maka kadar uric acid nya meningkat lebih dari batas normal

Secara statistik katanya penyakit ini diderita oleh sekitar 2% dari populasi, yang berarti selain saya dan seorang lagi yang saya tak kenal, 98 orang lain terbebas dari penyakit yang sudah ada sejak2500 tahun silam. Namun data 2% ini adalah pada masyarakat barat, sedang di Indonesia umunya atau di Aceh khususnya, saya yakin angkanya lebih tinggi.

Penyakit ini 12% disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat, termasuk didalamnya pola makan yang tidak teratur. Gaya hidup sedentari terjadi saat seseorang kurang bergerak, kurang olah raga, hanya duduk duduk saja dan sebagainya. Pola makan yang asal masuk, banyak lemak tidak sehat dsb juga menjadi pendukung munculnya penyakit ini. Sedangkan 60% lagi disebabkan oleh faktor keluarga atau keturunan. Sama seperti kasus saya dimana memang ada keluarga kami yang menderita penyakit ini, jadi tidak heran dan tidak mengejutkan saat saya diserang si penyakit kemarin sore.

Untuk pengobatan, sebaiknya konsultasikan ke dokter, jika serangan nyeri tiba-tiba, misal tengah malam, bisa minum obat anti nyeri seperti paracetamol, asam mefenamat dsb, sedang untuk obat goutnya haru ke dokter. Tanpa pengobatan, serangan sakit  ini akan berkurang dengan sendirinya setelah 7 hari. Dengan pengobatan biasanya akan lebih cepat serta prognosisnya lebih baik.

Oh ya, penyakit ini dikenal juga sebagai penyakit orang kaya atau penyakit para raja karena memang sejak didokumentasikan pertama kali di mesir kuno tahun 2500 sebelum masehi, juga pada zaman hipokrates (400 SM), penyakit ini lebih sering menyerang orang kaya atau para raja yang memang banyak uang. Alasannya mungkin bisa dihubungkan dengan kebiasaan makan para orang kaya saat itu yang tidak jauh berbeda dengan pola makan orang kita saat ini, apalagi dimusim maulid atau musim orang nikahan seperti beberapa bulan terakhir ini.

Nah, kalau sudah nyeri seperti ini, rasanya saya tidak mau jadi orang kaya, mending jadi orang biasa saja yang penting bahagia dan tidak banyak sakitnya.

Weekly Photo Challenge: Abandoned Mentally Ills

The latest National health survey suggest that the rates of severe mental illness in Indonesia was about 1.7 per 1000 population. Now we have some 230 millions population in Indonesia, meaning that we have million people with mental problem. Most of them receive so little attention from the goverment, leaving them untreated, homeless and abandoned.

wpid-IMG_20130210_092507.jpg

I captured this photo in the heart of Jakarta, the capital of Indonesia. It was situated close to Bundaran HI, Continue reading

Narkoba, beda kasus Roger Danuarta dan Nyak Amin

alue 2Setelah seseorang kemarin nge post tentang Roger Danuarta karena kasus narkoba nya, saya jadi kepingin nge-post tentang seorang pasien jiwa yang sebut saja namanya Nyak Amin (sekali lagi, bukan nama sebenarnya ya) yang juga penggemar narkoba.

Seperti si Roger, nyak amin juga baru saya kenal kemarin, bedanya si Roger saya kenal lewat postingan diatas, sedang nyak amin langsung bertemu dengan saya. Perbedaan selanjutnya adalah si Roger artis terkenal yang katanya imut imut (tapi saya kok gak kenal ya? kalah tenar dibandingkan kadir-doyok?), sedang Nyak Amin hanya seorang pemuda kampung di pelosok di Aceh yang berstatus sebagai mahasiswa sebuah Universitas di Banda Aceh. Continue reading