Epen kah – Cupen Toh? kreativitas Anak Papua yang Mendunia

“Selanjuntya kita belajar menggambar ya anak anak, disini siapa pintar menggambar?” Tanya bu guru

“saya buu…..” Jawab semua murid di kelas sambil mengacungkan tangan mereka ke atas.

“Coba kamu, kamu namanya siapa” tanya bu guru lagi ke seorang murid yang duduk di deretan paling depan.

“Saya namanya dody” jawab si murid

“Kamu mau gambar apa?” tanya guru lagi.

“Gambar buaya bu duyu” jawab si murid lagi dengan cadelnya

“Ddody memang anak yang pintar” puji si ibu.

“Iya, saya memang pintar, karena saya rajin minum cucu”, jawab si murid sambil minum susu dalam dot yang tergantung di lehernya.

“enaaaaakk….” sebut dodi setelah minumannya habis.

“Ayo dody, silakan kamu maju kedepan untuk menggambar”,

“Iya, bu duyu”, jawab dody sambil beranjak dari tempat duduknya, mengambil kapur dan menggambar sebuah lingkaran di papan hitam. Penasaran, si ibu guru bertanya ke dody.

“Kamu gambar apa itu dody”

“Buaya bu duyu” jawab dody

“Mana buayanya” tanya ibu lagi.

“Ini buayanya didalam air”, jawab dody tak bersalah. Ketawa pun lepas.

Begitulah sebuah scene Mop papua yang kini mulai banyka penggemarnya di youtube, tidak hanya dari papua, atau daerah lain di Indonesia, penonton juga banyak dari negara seberang, Malaysia. Sehingga tidak berlebihan jika kreativitas anak papua ini sudah Go International.

Lengkapnya bisa nonton disini saja

Komedi situatuasi khas papua ini di kemas dalam scene-scene pendek, tentang keseharian mereka yang sebelumnya belum pernah kita dengar. Katanya mop ini sudah begitu luas keberadaannya dalam keseharian masyarakat Papua. Dari judulnya saja misalnya “epenkah, itu merupakah istilah gaul orang papua yang merupakan singkatan dari “emang penting kah?”, sedangkan Cupen toh saya belum tahu maksudnya hingga sekarang :).

Hiburan lawak seperti ini serasa sesuatu yang baru bagi kita warga Indonesia, karena sangat jarang kita tonton di TV tentang kebiasaan lokal yang diangkat ke layar TV. Sehari-hari acara di TV tidak lebih dari lenong betawi, opera jawa, ludruk jawa dan sebagainya, seolah-olah wilayah lain di Indonesia tidak punya seni lawak yang layak untuk di angkat, bukan saya tidak suka dengan tayangan dari daerah yang disebutkan diatas, tapi sudah saatnya kekayaan kesenian yang ada di daerah- daerah lain untuk dipertontonkan.

Eumpang Breuh kiban?

Jujur saya sangat salut dengan sekumpulan anak papua yang membuat film ini. Walau mungkin awalnya hanya di buat untuk dijual dalam keping DVD, tapi internet, khususnya youtube, telah membuat kita yang bukan warga papua, bisa juga menikmati hasil karya mereka. Ke depan, akan lebih kaya kalau kita bisa menonton juga lawak lawak khas daerah lain dari Indonesia, dari Makasar, Pontianak, Lombok, hingga ke Aceh. Di Aceh pun, group lawak eumpang breuh dengan film preman gampong yang sudah 12 episode juga masih terbatas bisa dikonsumsi oleh orang yang mengerti bahasa Aceh saja. Padahal jika saja mau di buat dalam bahasa Indonesia, atau dengan subtitle bahasa Indonesia, kawan-kawan lain juga bisa menikmatinya. Buktinya tanpa diterjemahkan pun, aksi Haji Umar mengejar bang Joni dengan parangnya sudah cukup membuat kita tertawa.

Ini salah satu “actionnya”!

Jika remaja kita sekarang terlalu sibuk dengan sesuatu yang berbau Korea, bagaimana kalau sekarang giliran kita menghasilkan karya bagus yang membuat remaja menontonnya, bisa kah? mulai saja dari epen kah, gabung dengan eumpang breuh, gali lagi kekayaan dari daerah lain. Jika sudah bagus, saatnya kita kasi ke Korea, Jepang, Thailand, hingga seluruh dunia, toh kebudayaan kita kaya. Epen kah? 🙂

Advertisements

One thought on “Epen kah – Cupen Toh? kreativitas Anak Papua yang Mendunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s