Bukan kopi, tapi coklat yang membuatku melek

Jarum jam sudah lewat sekitar 1 jam dari tengah malam, jika sekarang musim panas dan bulan puasa, beberapa saat lagi sudah waktu sahur dan subuh. Namun sekarang sedang musim dingin dan subuh baru datang sekitar jam enam jam lagi. Masalah sekarang bukan subuh atau sahur, tapi mata saya yang sama sekali tidak mau dipejamkan. Padahal 8 jam kerja benar benar membuat badan saya kelelahan. Saat dalam kereta di perjalanan ke tempat kerja tadi saya sempat terkantuk, padahal ditangan ada bacaan yang seharusnya saya baca. Sedang saat pulang, walau sudah gelap dan hampir tengah malam, tak ada sedikipun rasa kantuk terasa. Saat tiba di rumah, perasaan melek masih tetap saja ada. Usai shala isya, ingin langsung memeluk bantal, tapi sejam “golak-golek”, mata saya tetap saja melek, adakah yang salah?Jujur, saya termasuk sangat berhati-hati tentang makanan dan minuman yang menganduk kaffein. Setelah jam 6 sore, hampir tidak pernah saya minum kopi. Efek kafein di kopi benar-benar bekerja optimal di tubuh saya. Teh juga sedapat mungkin saya hindari. Tapi seingat saya, seharian saya tidak minum apapun yang mengandung kafein. Tidak ada teh, apalagi kopi. Saya coba mengingat satu persatu makanan dan minum saya dari pagi, jika-jika ada yang ada kafeinnya, dan hasilnya NIHIL.

Namun demikian saya sadari, sejak beberapa hari belakangan, sejak saya rajin minum coklat panas yang disediakan gratis di tempat kerja, pola tidur saya benar-benar terganggu. Pertanyaan selanjutnya, apakah coklat atau kokoa mengandung kaffein? Sampai saat itu saya belum pernah tahu atau  pernah membaca tentang hal ini, yang saya tahu hanya kopi dan teh yang mengandung kafein, sedang coklat, atau susu coklat dalam bahasa kita, bukanlah sesuatu yang bisa membuat kita melek!

Penasaran, sambil terus berguling-guling di bawah selimut di dalam kedinginan malam Berlin (lupa hidupin pemanas ruangan rupanya), saya ambil hape, dan bertanya ke paman google “cocoa caffein content”, dan betapa kagetnya saya ketika di halaman utama hasil pencarian google muncul info seperti dibawah ini.

kandungan kafein dalam coklat

kandungan kafein dalam coklat

Apa? ada 34 mg kafein dalam segelas coklat susu? Saya pun kaget minta ampun, serasa tidak percaya bin merasa malu, untuk hal sekecil ini saja bisa luput dari pengetahuan saya, rupanya penyebab saya tidak bisa tidur akhir akhir ini adalah si coklat panas gratis tadi, wah kalau ketahuan istri, bakalan di panggil “dasar gretongan” lagi saya. taubat!!!

Masih penasaran dengan informasi yang diberikan om google, saya cari tahu lagi; kalau dalam segelas coklat ada sebanyak 34 mg, terus, kalau segelas kopi berapa banyak kandungan caffeinnya? ini dia jawaban omm google.

Screenshot_2014-01-04-00-32-59

Untuk kopi ada sekitar 95 mg kafein ternyata, wah kalau terminum sebanyak ini, apalagi kena kopi robusta, bisa jadi satpam sepanjang malam saya.

Bagaimana dengan teh yang selama ini saya percaya juga mengandung kafein dan bisa (setidaknya) membuat saya tetap melek? kata-kata di search enjin saya ganti dengan “tea caffein contain”, dan inilah jawaban on google!

Screenshot_2014-01-04-00-33-36

Wah, ternyata teh mengandung zero cafein saudara saudara. Dan kepercayaan (tepatnya kepintaran yang salah) saya selama ini ternyata benar benar salah. Mulai sekarang juga, saya tidak akan segan-segan lagi untuk minum teh waktu malam, toh secara teoritis tidak akan menganggu pola tidur bukan?

Nah, selain coklat, kopi dan teh, ada satu item lagi yang saya cari jika minuman ini mengandung kafein atau tidak, minuman yang dimaksud adalah cola, atau coca cola. Setelah kata kunci pencarian saya ganti, inilah yang muncul

Screenshot_2014-01-04-00-35-00

Untuk kali ini, pengetahuan saya sudah benar, bahwa sesungguhnya cola atau coca cola itu mengandung kafein dan bisa membuat anda susah tidur (anda atau cuma saya ya?).

Kesimpulannya; jikalau anda pernah tiba2 susah tidur, sebelum berpikiran atau berasumsi terlalu jauh, coba pikir-pikir dulu, apakah anda ada makan atau minum hal hal yang saya sebutkan diatas? jika makanan atau minuman tersebut mengandung kafein, mungkin itulah penyebab anda tidak bisa tidur, sama seperti keadaan saya saat memposting tulisan ini.

Sekian dulu.

040114

Berlin, Jam 1 lewat 37 dini hari (beu-mecis tulis ini :))

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Bukan kopi, tapi coklat yang membuatku melek

    • Tunis says:

      Berdasarkan informasi yang saya baca ya gitu, secara coklat mengandung kafein..
      jadinya udah bikin insomnia, bikin gendut lagi….hmmm….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s