Kenapa orang gangguan jiwa suka tersenyum, bicara dan tertawa sendiri?

Pernahkah anda bertanya, kenapa orang yang kita sebut “gila” suka tersenyum sendiri? Suka tertawa sendiri? Atau bicara sendiri? Apakah mereka dimasuki makhluk halus? Atau punya dunia sendiri?

alue 2

Kenapa ada orang gila yang mengamuk, memukul orang, hingga membakar rumah? Apakah mereka juga dimasuki roh hauls?

Jawabannya adalah tidak.

Dalam ilmu kesehatan jiwa modern, roh atau makhluk halus bukan bagian dari jawaban, walau dalam ilmu ini ada juga jenis gangguan jiwa yang belum bisa dijelaskan atau diketahui penyebabnya, tapi para ilmuan barat tidak menjadikan hal gaib sebagai jawaban dari prilaku aneh penderita gangguan jiwa.

Jadi, apa juga sebabnya?

Semua prilaku yang ditunjukkan oleh pasien jiwa, mulai dari tersenyum, tertawa atau bicara sendiri, hingga prilaku agresive seperti mengamuk, membakar dan membunuh sesungguhnya berasal dari satu sebab, yaitu halusinasi .

Nah, apa itu halusinasi?

Halusinasi merupakan istilah psykiatri untuk menjelaskan tentang keadaan pasien disaat ia dengan sadar memperoleh persepsi tanpa adanya rangsangan terhadap panca indera. Dengan kata lain, halusinasi adalah persepsi yang kuat atas suatu objek atau peristiwa yang sebenarnya tidak ada.

Pasien yang mengalami halusinasi dengar misalnya, iya akan mendengarkan bisikan atau suara suara tertentu yang tidak nyata dan tidak didengar oleh orang yang tidak sakit.

Isi halusinasi dengar ini bisa beragam, ada yang cuma mengajak pasien berbicara, berbisik, ribut, perintah berprilaku aneh, hingga perintah untuk membunuh. Nah saat si pasien terus terusan mendengar perintah membunuh ini, maka kemungkinan besar, jika dia tidak diawasi atau diberi obat, maka ia akan membunuh.

Ada juga isi halusinasi yang hanya mengajaknya berbicara, tentang hal hal yang dianggapnya lucu, sehingga sering pasien tertawa sendiri, sedangkan saat isi halusinasinya tentang hal yang sedih, maka ia akan menangis sejadi jadinya.

Selain halusinasi dengar, dikenal juga halusinasi penglihatan. Pada keadaan ini, pasien biasanya melihat sesuatu yang tidak nyata dan tidak dilihat oleh orang normal. Atas apa yang dilihat ini juga, pasien akan berprilaku aneh misalnya akan terfokus pada satu titik yang dilihatnya, seperti orang melamun lah.

Jadi, jika sekarang melihat orang yang sering bicara sendiri, suka melamun, atau ketawa sendiri saat orang lain diam, mungkin prilaku sepeti ini harus diwaspadai.

Nah, bagaimana jika ada orang yang mengaku dirinya nabi, imam mahdi, utusan tuhan dan sebagainya, apakah itu termasuk gangguan jiwa?
Jawabannya adalah iya.
Dan bagaimana proses terjadinya pengakuan tersebut? Kapan kapan saya tuliskan lagi ya.

Sekian

Möersalin

tulisan selanjutnya tentang “defenisi dari gangguan jiwa” bisa dibaca disini.

Advertisements

31 thoughts on “Kenapa orang gangguan jiwa suka tersenyum, bicara dan tertawa sendiri?

  1. cold says:

    saya mungkin mengalami kegilaan. saya suka berhalusinasi orang mentertawakan saya. saya suka berhalusinasi seperti penonton yang melihat saya. saya berhalusinasi ditertawakan, dicemooh, di hina. kalo dilihat secara genetika, saya merasa orang tua saya pun mengalami hal yang sama. namun dia tidak berani untuk mengungkapkan sehingga terperangkap dalam kondisi tersebut sampai tua. ini hanya halusinasi saya saja.

    apakah saya sakit jiwa

  2. cold says:

    perawakan saya tinggi besar, dan wajah saya seperti anak-anak, mungkin ini yang mengakibatkan orang lucu melihat saya. lagi-lagi saya berhalusinasi.
    penghinaan terus terasa, baik sendiri atau dalam bergaul di sosial.
    kata teman-teman saya, saya suka bicara sendiri ketika dikelas.

  3. cold says:

    dan sifat saya yang agresif yang mungkin menolong saya ketika saya gila dilihat orang sebagai bentuk perilaku yang agresif saja. dan sering saya berkilah berpura-pura sadar menjadi orang waras agar tidak dikira orang saya gila

  4. cold says:

    tapi saya berpikir, entah kondisi apapun itu, beberapa orang pun pernah berkata, : sakit jiwa kita ( karena kondisi entah itu karena tekanan, masalah-masalah sosial, ) lalu sya pun berpikir, mungkin bukan saya saja yang gila, orang pun mengalami hal yang sama, karena mendapatkan tekanan, dihadapkan dengan masalah-masalah sosial, masalah ekonomi, hubungan relasi , dan seterusnya.
    kalo orang lain mengalami hal yang sama, berarti apa yang saya rasakan adalah normal.
    tapi, dalam kondisi apapun, saya masih tetap berusaha untuk sadar-sesadar-sadarnya untuk tidak tertawa sendiri, senyum-senyum sendiri lebih tepatnya. untuk tidak mengalami perasaan ditertawakan.
    atau..apakah orang yang mentertawakan saya yang sebetulnya gila
    karena sebenarnya saya normal-normal saja ketika saya tidak terbawa perasaan itu seperti manusia yang mempunyai intuisi, feeling, sixth sense. saya kadang-kadang terbawa intuisi orang mengejek saya.

  5. cold says:

    terima kasih kawan, sudah mau menjadi tempat bercerita saya. saya pun punya kekhawatiran orang lain akan mengetahui identitas saya. yang saya rahasiakan. semoga dengan berterus terangnya saya ini tidak menjadikan orang berpikir yang tidak-tidak kepada saya, karena kalau mereka melihat ini, tentunya mereka pun berpikir bahwa itu hanyalah kegelisahan saya saja terhadap perasaan-perasaan yang menghantui saya walaupun mungkin sebetulnya perasaan-perasaan itu sebetulnya tidak ada.

    saya tidak gila.. saya tidak gila
    saya hanya butuh teman untuk bercerita saja
    terima kasih kawan..

    in solidarity…( atas nama solidaritas..)

    • Kami mengerti perasaan saudara, dari yang anda ceritakan, sepertinya memang anda punya masalah dengan kepribadian anda, tapi jangan khawatir, karena semua orang punya masalah tersebut. jika ada yang bisa kami bantu, silakan ditulis disini..

  6. cold says:

    ya semua orang sudah gila karena tekanan sosial, masalah pekerjaan, budaya masyarakat, budaya bersosialisasi dsb dsb. belum lagi yang pengangguran, iri melihat orang, sukses dalam pekerjaan, karir dan cinta,
    memang asu
    belum di sisihkan dalam pergaulan, tidak dianggap dalam lingkungan, karena memandang status sosial, pekerjaan, gimana ga stress
    trus kalo ditanya, memang anda pengen di posisi mereka? ya tentu saja.!
    andai saja, kita di ajak, dirangkul.. karena kita tak mungkin sendiri berjuang !
    semua harus bersama-sama !
    mana ada yang sendiri-sendiri !
    belum lagi orang melihat bentuk kepribadian kita, memandang sebelah mata, menjelek-jelekkan , apalagi semua itu dialami sendiri !!!!
    rasanya pengen kubenturkan semua kepala orang-orang yang tidak membantu kita dalam berhasil.
    saya sakit hati dengan lingkungan dan hidup saya !

  7. cold says:

    setidaknya dengan saya bercerita dan berterus terang ini membantu..
    mencoba tarik nafas dalam-dalam dan melepaskan segala emosi ini,,
    rasanya ingin saya langsung konfrontir dengan orang yang bermasalah dengan saya,
    tapi saya takut efek yang ditimbulkan, berhubungan dengan keluarga orang yang kita kasihi.. bisa saja dia menceraikan kakak kita karena saya konfrontir dengan dia
    karena kita tak ingin hal buruk terjadi dengan kakak kita karena keberanian kita.
    karena itulah saya sakit hati dan tidak berani dengan dia.
    karena keluarga kami sudah berantakan, jika kakak saya pun diceraikan maka akan tambah berantakan lah semua nya. ini lah yang saya jaga selama ini. yang di nilainya sebagai orang yang “sangat takut” dan menjaga hubungan.
    tapi apa lah daya orang itu pun tak mengerti.

  8. cold says:

    saya adalah seburuk-buruknya kondisi kesejahteraan manusia.
    waktu kecil di siksa ayah, dipaksa ini dipaksa itu, harus menurut ini, harus menurut itu, pernah diusir dari rumah ketika berumur 7-8 thn.. karena aku pulang magrib setelah bermain dengan kawan-kawan.,( aku tidak akan pernah lupa kejadian itu) sadis ayahku. beranjak menengah ortu cerai,mungkin itu juga yang dirasakan ibu saya. kemudian pindah ke ujung timur indonesia untuk melanjutkan sekolah, setelah itu kuliah hidup dengan ibu tiri, kmudian bertengkar dan ngekos dengan berpindah-pndha tempat kurang lebih s/d skrg 11 thn.hidup sendiri. mendapatkan beban seolah-olah saya ini harus berhasil untuk melanjutkan tradisi keturunan keluarga. padahal, keluarga saja tidak punya, semua sudah sibuk dengan urusannya, baik ayah ataupun ibu. manusia hanya bisa berusaha, tidak menentukan berhasil atau tidak. lalu mendapatkan secerca kesenangan dengan mendapat pacar, lalu kemudian berbuah bencana juga, dengan aborsi. tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang lebih dari 3 bulan. hidup dengan meminta kiriman. malu untuk mencari uang karena didikan untuk mementingkan harga diri ketimbang uang. oh tuhan….
    bagaimana akan merencakan pernikahan, pacar saja tak punya, jangankan pacar, pekerjaan pun tak punya.
    tapi setidaknya saya lepas.. melepaskan segala beban ini, beban pikiran, beban yang menumpuk di pikiran saya untuk saya tuliskan di selembar kertas elektronik yang sebebas bebasnya saya tuliskan untuk tidak menambah beban itu lagi.. saya luapkan semua perasaan itu .. pergilah engkau beban…karena aku tak ingin engkau ada ketika aku berusaha bangkit lagi
    saya simpankan segala tulisan ini menjadi beban yang terukir nyata ! di sekotak kertas putih ini yang bernama blogspot…milik seorang sahabat yang mau membantu melihat dan menguburkan semua beban-beban ini….sedalam-dalamnya sehingga hilang ditelan bumi… seputih cahaya bayi yang baru lahir,,

    • saya mengerti keadaan anda dan keluarga, sepertinya sangat sulit, tapi saya malah salut dengan anda, karena sampai sekarang masih bisa bertahan, walau berbagai ujian telah anda hadapi sejak kecil. ingat, tidak semua orang bisa sekuat anda dalam menghadapi masalah hidup.

      iya, inilah fungsi media sosial, dimana kita bisa berinteraksi dan membatu satu sama lain.

      silakan menulis semua keluh kesah anda disini….jangan ragu, karena dengan menulis, perasaan anda bisa lebih baik…

      kami tunggu curhatan selanjutnya 🙂

    • Jimmy Hendrick says:

      Kawan, tak sengaja saya membaca blog ini dan mendapati curahan hati anda. Tak terasa air mata menetes membaca keluh kesah kehidupan anda. Tapi berdasarkan dari semua cerita anda, anda melupakan suatu hal yang paling mendasar. Dekatkan diri ke Tuhan, yang menciptakan seluruh alam dan isinya termasuk orang-orang yang menurut anda tidak bersahabat. Curahkanlah isi hati dan semua keluh kesah anda kepada-NYA. Salah satu trik yang jitu agar Tuhan mendengarkan dan menjawab semua permasalahan kita adalah YAKIN bahwa Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidak ada yang tidak bisa bagi-NYA. Kuun Fayyakun. Semoga anda menemukan solusi terbaik. Amin

  9. anonymous says:

    saya hanya sering dibilang aneh sih, apa termasuk gila juga ya pak hehehe
    kl ortu saya sering marah karena masalah sepele, apakah gejala gila atau memang dementia?

  10. hairi says:

    assalamualaikum, saya ingin bertanya berkenaan anak saudara saya . dia merupakan seorang yang terpelajar maksudnya belajar sehingga ke universiti, masaalahnya sekarang dia kelihatan tidak terurus suka ketawa apabila orang lain berbicara walaupun itu tidak kelakar , suka senyum sendirian , keadaan fizikalnya juga tidak terurus, seperti orang gila , tetapi dia bisa mengingati tentang diri sendiri ,keluarga dan bisa pergi kemana saja dan bisa pulang kembali kerumah sendiri atau pun rumah saudara di mana saja, soalannya apakah dia ini sudah gila atau pun mengalami gangguan emosi dan bagaimanakah cara untuk mengubatinya. terima kasih.

    • waalaikum salam,
      sebelumnya saya turut berduka cita atas apa yang saudara anda alami, semoga keadaannya get better soon.
      membaca informasi yg anda berikan, sepertinya anak saudara anda sudah mengalami gangguan jiwa berat, jadi sebaiknya segera di bawa ke psikiater (psychiatrist) atau ke psychiatric hospital. karena semakin cepat di ubati, niscaya prognosisnya lebih baik.

      satu hal lagi, gangguan jiwa tidak berarti gangguan intelejensi. mereka tetap bisa berfikir, belajar, bekerja dan sebagianya, yang terganggu adalah jiwanya. banyak orang yang mengalami gangguan jiwa bisa tetap kuliah malah ada yang menjadi professor. jadi bukan berarti orang yang kuliah di university tidak mengalami gangguan jiwa, justru sebaliknya kelompok ini adalah kelompok yang rentan terhadap masalah emosional.

      semoga membantu

  11. Angel says:

    Saya sering berkhayal n berhalusinasi yg tdk jlas….hingga tdk dpt berpikir masa depan n melakukan hal yg normal.saya juga tidak bisa berpikir/memikirkan hal yg normal…..hingga sering berbicara sendiri!!!saya sudah menyebut diri saya sendiri {GILA}..tapi saya malu tuk mengatakan pada orang lain.apa solusi untuk saya?????

  12. kurniaDputra says:

    Saya sekarang sedang stress karna suatu masalah yang menekan saya beberapa hari ini. Dan sekarang saya sedang sendiri dikamar saya dan saya merasa seseorang berdiri dikamar saya. Seorang lelaki yang saya tidak kenal siapa dia. Dia berbisik sesuatu hal yang saya takut untuk mendengarnya. Apa saya sudah gila? Apakah orang ini nyata?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s